Dosen UIN Surakarta Diduga Lecehkan Mahasiswi, Korban Sebut Sudah Banyak yang Mengadu

Deadline – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta ramai diperbincangkan di media sosial. Dosen berinisial F disebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap sejumlah mahasiswi.

Kasus ini mencuat setelah beberapa unggahan beredar melalui akun Instagram @uinsolostory dan @ruang_sambat. Sejumlah mahasiswi mengaku mengalami perlakuan serupa dari dosen tersebut.

Salah satu korban berinisial P dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Surakarta mengungkap kejadian itu bermula saat dirinya menjalani seminar proposal dan sidang pada akhir 2024.

Menurut P, beberapa proses ujian hanya dilakukan berdua dengan dosen tersebut karena dosen pembimbing maupun penguji lain tidak hadir.

“Awalnya biasa saja seperti ujian pada umumnya. Tapi setelah itu beliau mulai membalas status media sosial saya, meminta foto, hingga mengirim pesan-pesan yang menurut saya tidak wajar,” ujar P saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa, 19 Mei 2026.

P juga mengaku mengalami kontak fisik yang dinilai tidak pantas ketika sidang berlangsung. Saat itu, sidang disebut hanya berlangsung berdua di dalam ruangan.

“Waktu itu beliau memegang tangan saya. Padahal kami sedang sidang dan hanya berdua di ruangan,” katanya.

Setelah lulus kuliah, P menyebut dosen tersebut masih terus menghubunginya melalui pesan pribadi. Pesan yang dikirim disebut bernada personal dan mengarah pada pelecehan verbal.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini semakin ramai setelah mahasiswa lain turut mengaku mengalami perlakuan serupa. Sebagian korban disebut memiliki bukti percakapan, sementara korban lain mengaku sudah menghapus pesan tersebut.

Baca Juga  Maling Motor Bersenpi Viral di Bekasi Ditangkap, Polisi Tembak Kaki Dua Pelaku

“Korban ternyata banyak. Ada yang cerita dan menunjukkan bukti chat, ada juga yang hanya berani bercerita karena chat-nya sudah dihapus,” ujar P.

P menduga kasus tersebut bukan pertama kali terjadi. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, terduga pelaku disebut pernah dilaporkan ketika bertugas di fakultas lain.

Namun, menurutnya, saat itu pelaku hanya mendapatkan sanksi berupa teguran dan mutasi.

“Kalau memang sudah pernah ada laporan sebelumnya, kenapa hanya dimutasi? Menurut saya itu bukan solusi,” katanya.

Korban juga menyoroti penanganan internal kampus yang dinilai lambat. Ia mengaku sudah melapor ke organisasi mahasiswa hingga pihak rektorat, tetapi belum mendapatkan pendampingan langsung dari satuan tugas kampus.

“Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual memang mengeluarkan pernyataan bahwa korban didampingi. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah dihubungi atau mendapat pendampingan apa pun,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Toto Suharto, mengonfirmasi laporan dugaan pelecehan seksual tersebut sudah diterima melalui aplikasi SILADA atau Sistem Layanan Pengaduan kampus.

“Sudah masuk sistem pengaduan, sedang proses penanganan,” kata Toto, Selasa, 19 Mei 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER