Deadline – Anggaran pendidikan MBG menyedot porsi terbesar APBN 2026. Pemerintah mengalokasikan Rp223,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Angka ini hampir separuh dari total anggaran pendidikan pemerintah pusat sebesar Rp470,4 triliun.
Data tersebut tercantum dalam Lampiran VI Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN 2026. Dokumen itu menetapkan pagu anggaran pendidikan pemerintah pusat Rp470,4 triliun yang tersebar di 23 kementerian dan lembaga.
Anggaran pendidikan terbesar justru mengalir ke Badan Gizi Nasional atau BGN. BGN menerima Rp223,5 triliun untuk menjalankan MBG. Nilai ini melampaui alokasi ke kementerian utama pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hanya menerima Rp56,6 triliun. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mendapat Rp61,8 triliun. Kementerian Agama memperoleh Rp75,6 triliun.
Anggaran pendidikan riset tercatat paling kecil. Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN hanya memperoleh Rp429 miliar. Nilai ini sangat jauh dibandingkan anggaran MBG.
Ketimpangan alokasi ini memicu sorotan. Program makan ditempatkan sebagai prioritas utama, sementara pendidikan formal dan riset menerima porsi terbatas dalam APBN 2026.
Di saat yang sama, Prabowo pamer MBG di WEF. Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian MBG saat berpidato di World Economic Forum 2026 di Davos, Kamis 22 Januari 2026.
Prabowo menyebut MBG mulai berjalan sejak Januari 2025. Program ini menyasar ibu hamil dan menyusui, balita, serta anak-anak di seluruh Indonesia.
Pada hari pertama, MBG beroperasi dengan 190 dapur. Program ini melayani 570.000 penerima manfaat per hari. Dalam satu tahun, jumlah dapur MBG meningkat menjadi 21.100 unit.
“Hingga tadi malam, kami telah memberikan 59,8 juta porsi makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia,” kata Prabowo di forum WEF 2026.
Prabowo juga membandingkan produksi MBG dengan McDonald’s. Ia menyebut McDonald’s mampu memproduksi 68 juta porsi makanan per hari setelah beroperasi lebih dari 55 dekade sejak 1940.
Pemerintah menargetkan MBG memproduksi 82,9 juta porsi makanan per hari pada tahun ini. Jika tercapai, kapasitas MBG akan melampaui produksi harian McDonald’s.
Pernyataan ini disampaikan di tengah fakta anggaran pendidikan nasional yang timpang. Program MBG menyerap dana terbesar, sementara sekolah, perguruan tinggi, dan riset nasional menerima alokasi yang jauh lebih kecil.



