Deadline – Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya, dengan kondisi paling serius di area wajah, khususnya mata kanan.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menjelaskan bahwa Andrie telah menjalani operasi pada bagian mata di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada Jumat, 13 Maret 2026. Operasi tersebut dilakukan untuk menangani kerusakan pada mata kanan akibat cairan keras yang disiramkan oleh pelaku.
Menurut Jane, luka yang dialami Andrie merupakan reaksi inflamasi yang muncul setelah cairan keras mengenai tubuh korban. Area yang paling terdampak adalah wajah, terutama mata kanan, disusul kedua tangan dan bagian dada.
“Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan dan saat ini telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata,” ujar Jane pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Tim medis di RSCM kini melakukan penanganan intensif terhadap korban. Berdasarkan tingkat luka bakar yang mencapai hampir seperempat bagian tubuh, Andrie harus dirawat dalam ruang steril agar proses penyembuhan berjalan optimal dan risiko infeksi dapat ditekan.
KontraS meminta publik memberikan kepercayaan penuh kepada tim dokter yang menangani korban. Organisasi tersebut juga berharap masyarakat memberi ruang kepada keluarga agar dapat fokus mendampingi proses pengobatan Andrie hingga pulih.
Selain itu, KontraS mengimbau masyarakat tetap mengawal proses hukum atas kasus penyerangan tersebut. Menurut mereka, dukungan publik sangat penting agar kasus kekerasan terhadap aktivis ini dapat diusut secara tuntas.
“Harapan kami, masyarakat terus mengawal proses hukum agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Jane.
Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat kejadian, Andrie sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Podcast tersebut membahas topik “Remiliterisme dan Judicial Review UU TNI.” Setelah kegiatan selesai, Andrie meninggalkan lokasi dan berjalan menuju rumahnya. Di tengah perjalanan, dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor matik mendekati korban.
Tanpa banyak interaksi, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan keras ke arah wajah dan tubuh Andrie sebelum melarikan diri. Serangan berlangsung cepat dan membuat korban mengalami luka serius.
Pemerintah juga menyoroti insiden tersebut. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai pola serangan terhadap Andrie Yunus menunjukkan kemungkinan adanya perencanaan.
Menurut Yusril, tindakan penyiraman air keras yang dilakukan secara cepat oleh pelaku bermotor menunjukkan pola yang terorganisir. Karena itu, ia menegaskan penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan saja.
“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir. Pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis pada Jumat, 13 Maret 2026.
Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Penyelidikan harus mampu mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik penyerangan.
Yusril juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan penyidik di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengidentifikasi pelaku dan kemungkinan jaringan yang terlibat.
Hingga Sabtu, 14 Maret 2026, pihak kepolisian belum menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyelidikan. Publik masih menunggu hasil penyidikan guna memastikan pelaku penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut dapat segera ditangkap dan diproses secara hukum.



