KPK Periksa Bos Semen Padang, Kasus Jalan Layang Rp60,8 Miliar Terkuak

Deadline – KPK kembali mengusut kasus korupsi proyek jalan layang di Riau. Kali ini, penyidik memeriksa Kepala Kantor PT Semen Padang wilayah Riau sebagai saksi.

Pemeriksaan bos Semen Padang ini terkait proyek pembangunan jalan layang di Simpang Jalan Tuanku Ambusai–Jalan Soekarno Hatta. Proyek tersebut berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan menggunakan anggaran tahun 2018.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut saksi yang diperiksa berinisial JJ. Ia menjabat sebagai Kepala Kantor PT Semen Padang Riau. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei.

JJ hadir memenuhi panggilan penyidik. Ia tercatat tiba pada pukul 08.18 WIB. Selain itu, KPK juga memanggil satu pihak swasta berinisial MLI sebagai saksi dalam perkara yang sama.

Kasus ini bukan perkara baru. Pada 10 Januari 2025, KPK sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka berasal dari unsur pejabat pemerintah, konsultan, hingga pihak swasta.

Kelima tersangka itu adalah:

  • YN, Kepala Bidang Pembangunan dan Jembatan sekaligus kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen
  • GR, konsultan perencana
  • TC, Direktur Utama PT Semangat Hasrat Jaya
  • ES, Direktur PT Sumbersari Ciptamarga
  • NR, Kepala PT Yodya Karya Cabang Pekanbaru

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka adalah Yunannaris, Gusrizal, Triandi Chandra, Elpi Sandra, dan Nurbaiti.

KPK menduga proyek ini bermasalah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Nilai kontrak proyek tercatat sebesar Rp159,3 miliar.

Baca Juga  Teror Bom Molotov di Rumah Kades Hoho di Banjarnegara, Api Menyambar Mobil

Namun dari jumlah tersebut, negara diduga mengalami kerugian mencapai Rp60,8 miliar. Angka ini menjadi dasar kuat bagi KPK untuk terus mendalami aliran dana dan peran masing-masing pihak.

Pemeriksaan terhadap JJ menunjukkan penyidikan masih berjalan. KPK berupaya menggali keterangan tambahan untuk memperkuat bukti dan mengungkap pihak lain yang terlibat.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan proyek infrastruktur besar di daerah. Jalan layang yang seharusnya mendukung mobilitas justru terseret dugaan korupsi dengan nilai kerugian puluhan miliar rupiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER