Pembunuhan Pelajar Batujaya Terkuak, Bupati Aep Pastikan Bukan Bentrok Suporter

Deadline – Kasus pembunuhan yang menyebabkan tewasnya pelajar AF (15) di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya, akhirnya mulai terungkap. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh memastikan kematian pelajar tersebut bukan akibat keributan antar suporter sepak bola seperti kabar yang sempat beredar di masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Aep saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan di Mapolres Karawang, Kamis (14/5/2026). Ia membantah isu yang mengaitkan kematian korban dengan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

“Ini bukan keributan atau konflik suporter. Ini benar-benar murni tindak pembunuhan,” tegas Aep.

Kasus ini sebelumnya memicu spekulasi di tengah masyarakat. Apalagi korban ditemukan meninggal di bantaran Sungai Citarum setelah laga panas Persib kontra Persija menjadi perhatian publik. Namun hasil penyelidikan polisi memastikan dugaan tersebut tidak benar.

Pembunuhan Pelajar Batujaya Terungkap Kurang dari 2 Hari

Bupati Aep mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Karawang yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam. Menurutnya, pengungkapan cepat ini penting agar informasi simpang siur tidak semakin meluas.

Aep juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengatakan pihak keluarga merasa lega karena kasus kematian AF mulai menemukan titik terang.

“Keluarga korban menyampaikan kepada saya sekarang kasusnya sudah terang benderang,” ujar Aep.

Sementara itu, Kapolres Karawang, Fiki Novian Ardiansyah menjelaskan bahwa pelaku berinisial FA (17) telah diamankan polisi. Pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

Baca Juga  Eks Finalis Putri Indonesia Riau Ditangkap Terkait Praktek Medis Kecantikan Ilegal, Korban Alami Cacat Permanen

Motif Pembunuhan Diduga Karena Utang dan Dendam

Hasil penyelidikan sementara mengungkap motif pembunuhan diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi dan dendam pribadi. Polisi menyebut pelaku ingin menguasai sepeda motor milik korban karena terlilit utang.

Korban dan pelaku diketahui saling mengenal. Keduanya bersekolah di SMK yang sama di wilayah Batujaya. Pelaku merupakan kakak kelas korban.

Sebelum kejadian tragis itu terjadi, korban sempat diajak berkeliling oleh pelaku. Setelah itu korban ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Citarum.

Kapolres kembali menegaskan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan konflik suporter sepak bola.

“Kami tegaskan ini kasus pembunuhan, bukan keributan antar suporter,” kata Fiki.

Polisi Sita Barang Bukti Milik Korban

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya pakaian korban, dompet, jam tangan, korek api, dan rokok.

Pelaku dijerat pasal pembunuhan berencana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Namun karena pelaku masih di bawah umur, proses hukum tetap mengacu pada sistem peradilan anak.

Bupati Karawang Minta Warga Jangan Mudah Percaya Isu

Di akhir konferensi pers, Bupati Aep mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga menunggu penjelasan resmi dari aparat penegak hukum sebelum menyebarkan kabar di media sosial.

Baca Juga  Perampokan Sadis di Rumbai: Polisi Kantongi Petunjuk, Pelaku Diburu

Sebelumnya, informasi yang beredar liar sempat menyebut kematian AF berkaitan dengan rivalitas suporter Persib dan Persija. Setelah penyelidikan dilakukan, polisi memastikan kabar tersebut tidak benar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER