Deadline – Kasus dugaan penyekapan dan pemerkosaan menimpa seorang mahasiswi berinisial MA (21) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat di sebuah rumah kontrakan kawasan elite Jalan Metro Tanjung Bunga, setelah diduga disekap selama tiga hari oleh pria yang dikenalnya melalui Facebook.
Peristiwa ini terungkap saat pemilik rumah kontrakan datang memeriksa bangunan karena masa sewa telah habis. Saat pintu rumah diketuk, korban yang merupakan seorang mahasiswi itu tiba-tiba muncul dari dalam rumah dalam kondisi memprihatinkan.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, membenarkan temuan tersebut. Polisi langsung mengamankan korban setelah mengetahui kondisi korban yang diduga menjadi korban penyekapan.
Korban diduga disekap oleh pria berinisial FR (30). Polisi menyebut pelaku saat ini masih dalam pengejaran dan belum berhasil ditangkap.
Dari hasil pemeriksaan awal, rumah tersebut diketahui disewa pelaku selama kurang lebih tiga hari. Polisi menduga korban berada di lokasi sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5).
Selama berada di rumah kontrakan itu, korban mengaku mengalami kekerasan seksual. Dugaan pemerkosaan kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
Kasus ini bermula ketika korban mencari pekerjaan melalui media sosial. Korban disebut melamar pekerjaan yang ditawarkan pelaku lewat Facebook.
Setelah dinyatakan diterima bekerja, korban diarahkan datang ke rumah yang ternyata menjadi lokasi penyekapan. Polisi belum memastikan jenis pekerjaan yang dijanjikan kepada korban.
Menurut keterangan awal, korban bahkan diminta menginap di rumah tersebut setelah diterima bekerja. Situasi itu kemudian diduga dimanfaatkan pelaku untuk menyekap dan melakukan kekerasan seksual.
Saat petugas datang melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dari lokasi. Polisi kini masih mengumpulkan bukti dan memburu keberadaan FR.
Kasus ini kembali menjadi peringatan tentang maraknya modus penipuan lowongan kerja melalui media sosial. Pelaku diduga memanfaatkan kebutuhan korban yang sedang mencari pekerjaan untuk menjalankan aksinya.
Penyidik Polsek Tamalate masih mendalami seluruh keterangan korban dan menelusuri jejak pelaku untuk mengungkap detail kasus tersebut.



