Modus Kenalan di Medsos, Pemuda Surabaya Gasak Motor Wanita di Jombang

Deadline – Aksi penipuan dengan modus kenalan di media sosial kembali terjadi di Surabaya. Seorang pemuda berinisial FI (24), warga Kecamatan Sawahan, Surabaya, ditangkap polisi setelah diduga membawa kabur sepeda motor milik perempuan asal Jombang yang baru dikenalnya lewat media sosial.

Kasus ini ditangani jajaran Polsek Wonokromo. Korban diketahui bernama Hidayatul Anggun Sari (23), warga Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Motor Honda Scoopy bernopol S 3101 OCK miliknya raib setelah bertemu pelaku di Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Warsito Adi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu, 22 April sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut polisi, awal mula kejadian bermula saat korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial. Saat itu pelaku memakai nama samaran Firman Syahputra untuk mendekati korban.

Setelah komunikasi berlangsung, korban datang dari Jombang menuju Surabaya untuk menemui pelaku yang baru dikenalnya tersebut.

Setelah bertemu, pelaku membonceng korban menggunakan sepeda motor milik korban dari wilayah Mojokerto menuju Surabaya. Keduanya kemudian berhenti di depan Apotek K24 di Jalan Indragiri.

Di lokasi itu, pelaku meminta korban membeli obat sakit perut di dalam apotek. Korban pun menuruti permintaan tersebut dan masuk ke toko obat.

Namun saat korban keluar dari apotek, motor Honda Scoopy miliknya sudah tidak ada. Pelaku yang sebelumnya menunggu di atas motor ternyata langsung membawa kabur kendaraan tersebut.

Baca Juga  Kajari Medan Terseret Dugaan Pemerasan: Uang Rp140 Juta Disebut Diserahkan di Gerbang Kejaksaan

Korban kemudian melapor ke Polsek Wonokromo. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap FI.

“Saat ini pelaku sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Warsito.

Polisi kini masih mendalami modus yang digunakan pelaku. Aparat juga menyelidiki kemungkinan adanya korban lain dengan pola penipuan serupa melalui media sosial.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkenalan melalui media sosial tetap memiliki risiko. Pelaku kejahatan kerap menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan kepercayaan korban sebelum menjalankan aksinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER