Deadline – Indragiri Hulu diguncang kasus cabul terhadap bayi berusia 1 tahun di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Pelaku berinisial S, 48 tahun, merupakan bapak tiri korban.
Kasus cabul bayi di Inhu terjadi pada 18 Januari 2026. Peristiwa terungkap setelah ibu kandung korban melihat perubahan fisik yang tidak wajar pada bayinya sekitar pukul 18.30 WIB.
Ibu korban langsung menanyakan hal tersebut kepada pelaku yang merupakan suaminya. Percakapan berubah menjadi pertengkaran. Pelaku kemudian melarikan diri dari rumah.
Merasa ada kejanggalan serius, ibu korban melapor ke Polsek Pasir Penyu. Laporan itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Unit Reskrim.
Polisi memeriksa sejumlah saksi dan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara. Korban dibawa ke fasilitas medis untuk pemeriksaan kesehatan dan kepentingan hukum.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan bayi tersebut mengalami kekerasan seksual. Temuan ini menguatkan dugaan tindak pidana cabul terhadap anak.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra memastikan pelaku merupakan bapak tiri korban. Identitas pelaku terungkap dari hasil penyelidikan polisi.
Pelaku sempat bersembunyi usai kejadian. Polisi akhirnya menangkap S pada Selasa, 3 Februari 2026, setelah memperoleh informasi keberadaannya di sekitar tempat tinggalnya.
Petugas langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Pasir Penyu. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk mendalami perbuatan dan motif pelaku.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 418 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal ini mengatur tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti untuk mendukung proses penyidikan. Seluruh tahapan hukum dilakukan sesuai prosedur.
Polres Indragiri Hulu menegaskan komitmen menangani setiap kasus kekerasan terhadap anak secara serius dan berkeadilan. Kepolisian meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak.
AKBP Eka menegaskan anak wajib mendapat perlindungan penuh. Ia menilai peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan keselamatan anak.



