Deadline – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah penerima manfaat. Menanggapi persoalan tersebut, pendakwah Buya Yahya mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyalahkan Presiden sebelum mengetahui penyebab sebenarnya.
Pesan itu disampaikan Buya Yahya dalam kajian dakwah yang disiarkan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV. Ia mengajak masyarakat bersikap adil dan objektif ketika menilai berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG.
Menurut Buya Yahya, kasus keracunan makanan tidak bisa langsung dikaitkan dengan kesalahan Presiden. Sebab, ada sejumlah tahapan dalam proses penyediaan makanan yang perlu diperiksa untuk mengetahui sumber masalah.
“Gini loh ya, cobalah kita yang adil dalam menilai. Kalau ada orang makan MBG keracunan, ya jangan serta-merta disalahkan Pak Presidennya,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya Ungkap Kemungkinan Penyebab Keracunan MBG
Buya Yahya menjelaskan bahwa keracunan makanan bisa terjadi karena berbagai faktor, terutama yang berkaitan dengan proses pengolahan dan penyajian.
Ia menyebut beberapa kemungkinan, seperti kesalahan dalam pemberian resep, penggunaan makanan yang sudah rusak, hingga adanya unsur kesengajaan dari pihak tertentu.
“Bisa jadi dapurnya salah ngasih resep, makanan rusak kemasak, atau ada orang sengaja masukkan,” sambungnya.
Karena itu, menurut Buya Yahya, setiap kasus keracunan harus ditelusuri terlebih dahulu. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan pihak yang benar-benar bertanggung jawab.
Ia menilai tidak tepat apabila seluruh persoalan langsung dibebankan kepada Presiden tanpa melihat proses yang terjadi di lapangan.
Presiden Tetap Diminta Evaluasi Program MBG
Meski mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyalahkan Presiden, Buya Yahya menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan program MBG.
Ia secara khusus mengimbau Presiden agar meninjau kembali kebijakan tersebut. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program yang menggunakan kebijakan pemerintah itu benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Hanya kalau urusan presiden kita mengimbau: Pak Presiden mohon ditinjau kembali, sudahkah benar tentang MBG atau tidak,” tutur Buya Yahya.
Menurutnya, tanggung jawab seorang pemimpin tidak berhenti pada penetapan kebijakan. Presiden juga perlu memperhatikan bagaimana kebijakan tersebut dilaksanakan, termasuk proses penyaluran dan pembagian makanan kepada penerima manfaat.
Jika ditemukan kekurangan atau persoalan dalam pelaksanaannya, pemerintah harus memberikan perhatian dan melakukan perbaikan.
Buya Yahya Ingatkan Amanah dan Bahaya Korupsi
Selain menyoroti persoalan keracunan, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Ia menilai jabatan pemimpin bukan sekadar kedudukan di dunia, tetapi juga tanggung jawab moral dan keagamaan yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Menurut Buya Yahya, setiap pemimpin wajib memastikan kebijakan yang dibuat tidak justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan kebijakan. Jika ditemukan persoalan semacam itu, integritas dan tanggung jawab pemimpin harus menjadi perhatian serius.
“Kalau memang ternyata kebijakannya presiden banyak korup, ini perlu presidennya amanah,” tegas Buya Yahya.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanya sementara. Karena itu, setiap orang yang mendapatkan amanah harus berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjalankan tanggung jawabnya.
Masyarakat Diminta Adil dalam Menilai MBG
Pada akhirnya, Ia mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian terhadap seseorang tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
Menurutnya, keadilan harus menjadi dasar dalam menyikapi persoalan MBG. Pihak yang terbukti melakukan kesalahan harus bertanggung jawab sesuai dengan perbuatannya.
Di sisi lain, Presiden dan seluruh pejabat pemerintah juga tidak boleh mengabaikan tanggung jawab dalam memastikan program berjalan dengan baik.
Pesan Buya Yahya tersebut menekankan dua hal penting, yakni masyarakat perlu bersikap objektif dalam menilai kasus keracunan, sementara pemerintah harus terbuka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG.
Kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab menjadi prinsip yang harus dipegang oleh semua pihak agar program pemerintah tidak justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat.




