Gatot Nurmantyo Sebut Triple Crisis Alarm Keras Ancaman Ekonomi Indonesia

Deadline – Triple crisis menjadi peringatan serius yang disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo terkait kondisi ekonomi Indonesia. Dalam sebuah forum purnawirawan TNI yang dihadiri sejumlah perwira tinggi dari tiga matra, Gatot menyoroti tiga persoalan utama yang dinilainya dapat menekan perekonomian nasional apabila tidak segera ditangani.

Triple crisis yang dimaksud Gatot terdiri dari deindustrialisasi dini, tekanan terhadap fiskal negara, dan kerapuhan nilai tukar rupiah. Menurutnya, ketiga masalah tersebut saling berkaitan dan dapat menciptakan tekanan ekonomi berkelanjutan.

Deindustrialisasi Dinilai Menjadi Persoalan Utama

Deindustrialisasi disebut Gatot Nurmantyo sebagai akar persoalan yang paling mendasar. Ia menilai sektor industri nasional mengalami pelemahan secara bertahap selama sekitar sepuluh tahun terakhir.

Menurut Gatot, melemahnya industri berdampak langsung pada berkurangnya lapangan kerja formal. Kondisi tersebut memicu pemutusan hubungan kerja dan mendorong banyak pekerja beralih ke sektor informal.

Ia juga menyoroti menurunnya daya saing industri dalam negeri akibat tingginya biaya logistik, keterbatasan teknologi, dan rendahnya efisiensi produksi. Akibatnya, sejumlah bahan baku yang berasal dari Indonesia justru diolah di luar negeri dan kembali masuk ke pasar domestik dalam bentuk produk jadi yang lebih kompetitif.

Selain itu, berbagai hambatan usaha seperti tingginya biaya distribusi dan berbagai pungutan tertentu dinilai turut memperberat perkembangan industri nasional.

Tekanan Fiskal Mengancam Penerimaan Negara

Tekanan fiskal menjadi dampak lanjutan dari melemahnya sektor industri. Gatot menjelaskan bahwa ketika sektor formal menyusut, basis penerimaan pajak negara ikut mengecil.

Baca Juga  Peringatan Reformasi 28 Tahun Dibungkam? Acara Refleksi Mendadak Dibatalkan

Penurunan penerimaan tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam membiayai pembangunan dan berbagai program strategis nasional.

Menurut Gatot Nurmantyo, keterbatasan fiskal dapat memengaruhi kemampuan negara dalam menyediakan layanan publik, mendukung pembangunan daerah, hingga menjalankan program perlindungan sosial.

Ia juga menyoroti besarnya kewajiban pembayaran utang dan bunga utang yang turut memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rupiah Dinilai Semakin Rentan

Rupiah menjadi faktor ketiga yang mendapat perhatian Gatot. Ia menilai kekuatan nilai tukar sangat bergantung pada kemampuan sektor industri menghasilkan devisa melalui ekspor.

Ketika industri melemah, pemasukan devisa dari ekspor ikut menurun. Kondisi tersebut membuat rupiah lebih rentan terhadap perubahan sentimen pasar dan tingkat kepercayaan investor.

Menurutnya, pelemahan industri dapat menciptakan lingkaran tekanan ekonomi yang berawal dari turunnya produksi, berkurangnya penerimaan negara, menurunnya investasi, hingga meningkatnya kerentanan nilai tukar.

Gatot Ingatkan Kemiripan dengan Gejala Krisis 1998

Krisis 1998 turut disinggung Gatot dalam paparannya. Ia melihat adanya beberapa indikator yang menurutnya memiliki kemiripan dengan kondisi menjelang krisis moneter yang pernah terjadi di Indonesia.

Indikator tersebut antara lain deindustrialisasi, meningkatnya pemutusan hubungan kerja, melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya beban utang, dan menurunnya kepercayaan pasar.

Gatot Nurmantyo juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda dalam mencari pekerjaan serta tekanan yang dirasakan kelompok kelas menengah akibat melemahnya daya beli.

Baca Juga  Mahfud MD Beri Nilai Merah untuk Pemerintah, Hukum dan Demokrasi Dinilai Terus Menurun

Meski demikian, ia menekankan bahwa pernyataannya merupakan bentuk peringatan agar berbagai risiko tersebut mendapat perhatian sejak dini.

Reindustrialisasi Jadi Solusi yang Didorong

Reindustrialisasi menjadi solusi utama yang ditawarkan Gatot untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Ia mendorong pemerintah memperkuat kembali sektor manufaktur nasional melalui peningkatan produktivitas, efisiensi industri, serta penguatan daya saing produk dalam negeri.

Menurutnya, penguatan industri menjadi langkah penting untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, dan memperkuat posisi rupiah dalam jangka panjang.

Forum purnawirawan TNI sendiri disebut aktif memberikan pandangan mengenai berbagai isu strategis nasional, termasuk ekonomi, pertahanan, dan tata kelola pemerintahan. Sejumlah rekomendasi juga dikabarkan tengah disiapkan untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Sebut Kondisi Utang Masih Terkendali

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menanggapi kondisi ekonomi di tengah pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni 2026.

Purbaya mengakui pelemahan rupiah dapat meningkatkan nilai pembayaran utang dalam rupiah. Namun, ia memastikan kewajiban pembayaran utang negara masih berada dalam perhitungan pemerintah.

Menurutnya, sebagian besar surat utang negara memiliki kupon atau bunga tetap sehingga pemerintah masih dapat mengelola kewajiban tersebut sesuai perencanaan yang telah dibuat.

Ia menjelaskan bahwa dalam penyusunan APBN, pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar sekitar Rp16.500 per dolar AS. Selain itu, berbagai simulasi juga telah dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak ekonomi global dan pelemahan nilai tukar.

Baca Juga  Kemiskinan Dipelihara Negara? Fakta Mengejutkan Relasi Politik dan Rakyat Miskin

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah memperhitungkan berbagai skenario yang mungkin terjadi dan meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih lebih kuat dibandingkan kondisi yang tercermin dari nilai tukar saat ini.

Perdebatan mengenai kondisi ekonomi nasional pun terus berkembang. Di satu sisi, Gatot Nurmantyo mengingatkan adanya risiko triple crisis yang perlu diantisipasi. Di sisi lain, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global yang sedang berlangsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER