Kunjungan Gibran Dikritik: DPR Papua Tengah Sebut Tak Ada Dampaknya bagi Penyelesaian Konflik

Deadline – KUNJUNGAN Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua Tengah menuai kritik tajam. Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Raweyai, menilai agenda tersebut belum memberi dampak langsung bagi masyarakat.

KUNJUNGAN yang berlangsung pada 20–22 April 2026 itu dipertanyakan hasil konkretnya. Nancy menilai belum ada arah kebijakan jelas, terutama untuk menyelesaikan konflik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah.

Menurut Nancy, masyarakat membutuhkan langkah strategis yang menyentuh masalah utama. Ia menyebut kunjungan tersebut masih terlihat seperti kegiatan seremonial tanpa solusi nyata.

KONFLIK Papua menjadi sorotan utama. Nancy meminta adanya intervensi kebijakan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan eskalasi konflik terus meningkat dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, bahkan jumlah korban dan pengungsi terus bertambah.

Selain konflik, ia menyoroti sektor pendidikan dan kesehatan yang belum mendapat perhatian serius. Padahal, kunjungan pejabat tinggi negara dinilai seharusnya menghasilkan kebijakan konkret di sektor tersebut.

MASALAH transportasi juga menjadi kritik. Nancy menyebut harga barang di Papua Tengah masih mahal akibat akses yang sulit. Harga tiket pesawat juga tinggi, sehingga membebani masyarakat.

Ia mendesak pemerintah pusat segera merumuskan kebijakan untuk menekan biaya logistik dan transportasi. Menurutnya, hal tersebut lebih penting dibanding kegiatan simbolik.

Nancy juga menyinggung pembagian buku dan alat tulis oleh Gibran. Ia menilai kegiatan tersebut bukan prioritas tugas wakil presiden. Program seperti itu dinilai bisa dilakukan pemerintah daerah.

Baca  Viral! Menu MBG Balita di Pamekasan Nasi Bungkus Pakai Sambal, Bikin Publik Geram

MESKI mengkritik, Nancy tetap mengapresiasi kehadiran Gibran. Ia berharap kunjungan berikutnya membawa kebijakan nyata yang berpihak pada masyarakat Papua Tengah.

Sementara itu, pada 20 April 2026, Gibran meninjau pengembangan Bandar Udara Douw Aturure. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur transportasi udara.

Berdasarkan keterangan Sekretariat Wakil Presiden, pengembangan bandara dipercepat untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Gibran menekankan pentingnya peningkatan kapasitas bandara agar mampu memenuhi kebutuhan transportasi udara di Papua Tengah. Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

PROGRAM ini disebut bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Fokus utamanya adalah konektivitas udara di kawasan timur Indonesia.

Pemerintah berharap pembangunan ini dapat memperlancar distribusi logistik, membuka akses wilayah terpencil, dan mendorong investasi.

Namun bagi DPR Papua Tengah, hasil nyata dari kebijakan tersebut masih ditunggu masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER